wai361

Senin, 04 Mei 2009

timing memory

* CAS (tCL) Timing: CAS adalah singkatan dari Column Address Strobe atau Column Address Select. Adalah sebuah kontrol terhadap banyaknya waktu yang diperlukan dalam sebuah putaran (cycle) untuk mengirim perintah membaca (read command) dan kemudian mengeksekusinya. Proses dari awal CAS hingga akhir terdapat apa yang dinamakan dengan latency (atau delay). Semakin cepat sebuah cycle CAS ini berakhir akan membawa efek yaitu lebih tingginya performa dari memori.

e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tanda tebal “2.5″ merupakan CAS timing.

* tRCD Timing: RAS to CAS Delay (Row Address Strobe/Select to Column Address Strobe/Select). Adalah banyaknya waktu dalam sebuah cycle untuk memberikan satu perintah aktif (active command) dan perintah baca/tulis (read/write commands).

e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tanda tebal “3″ merupakan tRCD timing.

* tRP Timing: Row Precharge Time. Ini adalah waktu minimum antara perintah aktif dan perintah baca/tulis pada bank selanjutnya dari modul memori.

e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tanda tebal “3″ merupakan tRP timing.

* tRAS Timing: Min RAS Active Time. tRAS adalah sebuah angka putaran clock yang diambil berdasarkan perintah aktif dari setiap bank memori dan memberikan precharge command. RAS Active Time adalah banyaknya waktu yang diperlukan sebuah baris diaktifkan lewat precharge command dan selanjutnya dinonaktifkan. Sebuah baris tidak dapat dinonaktifkan sebelum tRAS selesai. Semakin rendah tRAS, semakin cepat performa memori, tetapi jika diset terlalu rendah, akan menyebabkan adanya data yang terpotong (data corruption) karena menonaktifkan baris terlalu dini.

tRAS = tCL + tRCD + tRP (+/- 1) formula ini menggambarkan bahwa semuanya mempunyai peran untuk memberikan waktu yang tepat sebelum “menutup” bank memori.

e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tanda tebal “8″ merupakan tRAS timing.

(Angka 2.5-3-3-8 hanyalah contoh dari timing memory yang ada.)

Dari contoh diatas terdapat 4 (empat) timing yang terdapat dalam sebuah modul memori. Urutannya adalah CAS-tRCD-tRP-tRAS. Semakin renda timing ini, semakin tinggi performa dari sebuah modul memory. Beberapa manufaktur motherboard (sebagai contoh DFI) memberikan pilihan dari masing-masing timing yang akan diset dalam BIOS CAS-tRCD-tRAS-tRP mereka.

Beberapa merek memori tertentu yang memiliki harga diatas, dapat diset dengan timing yang sangat “ketat” (baca:rendah) dalam speed yang tingi yang dapat diset langsung dari motherboards. Namun tidak semua board akan memiliki opsi yang sangat detil untuk pengoptimalan timing memori.



Timing Lainnya

* Command Rate: Juga disebut dengan CPC (Command Per Clock). Adalah banyaknya waktu dalam satu cycle ketika perintah menyeleksi chip dijalankan dan kemudian diberikan perintah selanjutnya. Semakin rendah (1T) semakin cepat performance-nya, namun 2T digunakan untuk menjaga stabilitas sistem. Pada sistem yang berbasis Intel, 1T sering digunakan ketika jumlah bank per channel memori dibatasi hanya 4 saja.

* tRC Timing: Row Cycle Time. Waktu minimum dalam cycle yang dibutuhkan untuk sebuah baris menyelesaikan sau buah cycle yang dapat diperoleh dengan tRC = tRAS + tRP. Bilaman diset terlalu pendek akan menyebabkan adanya data yang terpotong (data corruption) dan jika diset terlalu tinggi, akan menyebabkan “kedodoran” dalam performance sistem, namun disatu sisi meningkatkan kestabilan (stability) sebuah sistem.

* tRRD Timing: Row to Row Delay or RAS to RAS Delay. Banyaknya cycle yang dibutuhkan untuk mengaktifkan bank memori selanjutnya. Ini merupakan kebalikan dari tRAS. Semakin rendah timing-nya, performance-nya lebih baik, tetapi hal ini akan menyebabkan ketidakstabilan pada sistem (instability).

* tRFC Timing: Row Refresh Cycle Timing. Merupakan banyaknya cycle yang diperlukan untuk me-refresh sebuah baris dalam sebuah bank memori. Bilamana di-set terlalu cepat dapat menyebabkan adanya data corruption dan jika di -set terlalu tinggi, akan menyebabkan penurunan pada performance, namun disatu sisi meningkatkan kestabilan (stability) sistem.

* tRW Timing: Write Recovery Time. Banyaknya cycle yang dibutuhkan setelah sebuah operasi penulisan dan precharge yang valid. Dibutuhkan untuk membuktikan bahwa data telah ditulis secara benar.

* tRTW/tRWT Timing: Read to Write Delay. Sesudah sebuah perintah tulis diterima, item ini berfungsi sebagai banyaknya cycle agar perintah ini segera dilaksanakan.

* tWTR Timing: Write to Read Delay. Adalah banyaknya cycle yang dibutuhkan antara sebuah perintah WRITE dan kemudian mengeksekusi perintah READ selanjutnya. Semakin rendah semakin baik dalam performance, namun dapat menyebabkan ketidakstabilan.

* tREF Timing: Banyaknya waktu yang digunakan sebelum sebuah perintah di-refresh, jadi mencegah “kebocoran” dan terpotongnya sebuah perintah. Diukur dalam satuan micro-seconds (µsec).

* tWCL Timing: Write CAS number. Penulisan terhadap bank apa saja yang mempunyai akses untuk ditulis. Dioperasikan pada rating 1T, namun dapat di-set pada rating lainnya. Kelihatannya tidak dapat di-set selain 1T pada DDR. Meskipun begitu DDR2 adalah hal yang berbeda.

Kesimpulan

Seperti yang terlihat banyak faktor yang dapat mempengaruhi performance dan kestabilan dari modul memori (RAM). Masih banyak aspek lainnya yang bukanlah faktor timing. CAS-tRCD-tRP-tRAS adalah timing utama yang banyak diperhatikan oleh para pengguna (end user). CPC atau Command Rate merupakan hal penting lainnya bagi sistem yang berbasiskan AMD dalam konfigurasinya maupun untuk keperluan overclocking.

Jika Anda bermaksud untuk menggunakan sistem Anda untuk keperluan pada umumnya, maka pengaturan seperti diatas tidaklah benar-benar dibutuhkan. Pengaturan tersebut hanyalah diperlukan untuk di-set pada saat overclocking atau tweaking. Juga seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa tidak semua BIOS memiliki setting yang lengkap, yang biasanya para produsen hanya memberikan fitur “Auto”.

sumber : obengware

FSB Strap

Dengan FSB Strap, processor dari FSB default, dapat booting otomatis di FSB yang lebih tinggi. Contoh : E4300 memiliki FSB default 200 MHz dengan multiplier x9 (200 x 9 = 1.800 MHz). Dengan demikian FSB Strap defaultnya adalah 200 MHz. Pada FSB tertentu akan ketemu dengan batas maksimum FSB (FSB Wall) yang otomatis berpengaruh pada total clock processor.

Ciri ciri FSB Wall :
System yang teroverclock sangat stabil pada FSB tertentu, namun saat dinaikkan 1 Mhz saja, system tidak boot, BSOD, atau sering restart, meski vcore sudah dinaikkan, multiplier diturunkan atau vMCH jg sudah dinaikkan.

Untuk motherboard yang memiliki opsi FSB Strap pada BIOS, hal ini bisa diatasi dengan menggunakan FSB Strap yang lebih tinggi. Contoh : untuk kasus E4300, diubah FSB Strapnya dengan 266 MHz (266 Mhz x 9 = 2.400 Mhz). Otomatis, saat boot E4300 akan boot pada frekuensi 2.4 GHz.
Perbandingannya, dengan FSB Strap 200, maksimum FSB yang dicapai stabil hanya 360 Mhz, diatas itu system sangat tidak stabil. Dengan FSB Strap 266, dengan mudah FSB 410 dapat diperoleh.
Lalu bagaimana dengan motherboard yang tidak memiliki FSB Strap di BIOS ? Solusinya adalah dengan melakukan modifikasi pada processor sehingga dapat boot default pada FSB 266 MHz.
Alat yang dibutuhkan adalah conductive pen atau anda juga bisa menggunakan Permatex Quick Grid Defogger Kit, untuk membuat bridge.

Selasa, 09 Desember 2008

Lapping HSF

Lapping is refined, polished with the aimfor minimilize the level of coarseness of the surface of metal. Lapping could be done with the hands (manually) or could also use the machine. Lapping was also used to level the corner between two surfaces.

Materials that was needed:
Sandpaper (180, 400, 800, 1000, 1200, 1500, 2000)
Glass
Car Wax (scratch remover)
Water (as the lubricant)
Paper Towel (the second hand towel)
smooth towel (dont use a good clothes because of results dust lapping very dirty and was difficult to be cleaned)

Steps to lapping your HSF:

* preparing the sandpaper beginning with 220, 400, 800, 1000, 1200, 1500, 2000
* Prepare the level and stable place, glasses were the best according to me.
* From with the number 220, if his base was rough enough, like Big Typhoon I
suggested began with 220, but rather low from that. (the exception: if heatsink
very rough began with grit 180)
* With duct fermented or the wide isolation to stick the sandpaper on glasses.
* There were two types of the movement: the figure of eight and the figure 1. Figure
of eight was the best because of the base heatsink will be more pressure.
* Not need to lapped very fast, the slow movement was enough to lapping until level.
* Stopped and moved to the bigger figure when HSF has been soft.
* Look also at the bottom of the sandpaper, confirmed did not have the small
particle was supervised by paper because this small particle was enough to make
the line when you lapping HSF.
* If the pile of metal already many, Give the water with the toothbrush to discard
the pile.
* Lapping wet also good, but lapping dry will give the best results.
* Don’t be frightened the layer of copper was finished. Usually HSF is thick enough
the copper base.

After lapping the HSF, the temp of processor will decrease about 3-5 degrees

source from khurios2000 (chip forum)

Selasa, 22 April 2008

cuma link aja

  • Panduan pembuatan paket ubuntu
  • Selasa, 11 Maret 2008

    matikan windows activation pada vista u

    Disini saya bukan untuk merugikan pihak microsoft(saya juga pemakai setia ubuntu). Saya juga memiliki laptop yang terbundle dengan windows vista home basic yang tentunya asli. Saya melakukan ini karena saya kesusahan untuk register ke pihak microsoft melalui internet, maklum gak langganan. Hal ini terjadi karena vistanya gak mau booting setelah nginstal ubuntu. Makanya saya instal ulang vista yang sebelumnya nginstal xp (ori lho) dulu baru terakhir ubuntu. Jadi urutan instalnya xp, vista dan yang terakhir ubuntu. Entah kenapa kok gak mau booting ya? klo gak diinstalin xp dulu, apa mungkin ada masalah dengan mbr-nya atau ada pembaca yang mau ngasi solusi. Ok sudah cukup basa basinya.


    Start|Run|ketik Services.msc

    cari software licensing, dan pilih disable di startup type.

    setelah itu cari SL UI notification service dan pilih disable di startup type.

    setelah selesai restart kompie lu.


    pergilah ke system dan lihat windows activation

    akan tertulis "this copy of windows is not activated. click here to activate windows now"

    vista lu akan tetap jalan walaupun lu gak aktivasi,
    kwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw...

    Senin, 10 Maret 2008

    capacitor discharge ignition

    CDI (capacitor discharge ignition) ditemukan Nicola Tesla tahun 1967. Thank’s uncle Nicola.

    Beda CDI AC dan CDI DC
    Perbedaan pengapian AC dan DC hanya terletak pada sumber arus.
    CDI AC sumber arusnya langsung dari sepul magnet yang siteruskan ke CDI
    CDI DC sumber asusnya tetap dari magnet tapi melewati aki dulu sebelum masuk ke CDI

    Kedua CDI ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan. CDI AC, pengapian menuju busi mengikuti putaran mesin. CDI DC, suplai listrik dianggap selalu konstan. CDI model ini harus selalu menjaga air aki, jangan sampai u mengalami hal yang saya alami juga yaitu ndorong motor u karena kehabisan air aki. Nah kalo CDI motor u AC u gak perlu acara dorong motor segala, mau aki u soak atau gak pakai aki terserah u.

    Saya juga pernah mengalami tersendat-sendat di putaran mesin tinggi. Kenapa hal itu terjadi, setelah nanya di mekanik bengkel langganan ternyata CDI itu ada limiternya. Apa itu limiter? Limiter berfungsi untuk membatasi arus listrik pada putaran tinggi, jadi putaran mesin gak bisa maksimal. Limiter juga berfungsi untuk menghindari terjadinya kerusakan klep sebagai akibat dari salip-menyalip (istilah kerennya overlapping) antara klep buang dan masuk pada putaran mesin tinggi. Fungsi lainnya untuk menghindari terjadinya putaran mesin berlebih pada saat pindahnya gigi secara tidak disengaja dari gigi tinggi ke rendah.
    Nah kalau mau buat ngetrek sebaiknya cari CDI yang tanpa limiter, misalnya CDI bawaannya shogun lama (body tornado) merknya saya lupa, klo gak salah ada kata shin atau kalau pembaca ada yang tau alternatif pengganti CDI lainnya mohon di bagi-bagi ke pembaca lainnya. Klo CDI racing seperti merk BRT bisa aja di apliksikan ke motor u, saya pernah beli harganya Rp 450.000 . Tapi klo udah ganti CDI tanpa limiter juga harus jaga RPM jangan sampai kelewat tinggi kalau gak mau ada tumbalnya.

    tambahan :
    Hampir semua sepeda motor produk 1998 ke atas menggunakan CDI yang dilengkapi limited cut off (LCO). LCO adalah suatu rangkaian elektronik yang terintegrasi di rangkai CDI standar. Fungsinya sebagai pembatas putaran rpm hingga 9.000-10.000 rpm saja. Tujuannya agar konsumsi BBM irit dan komponen tetap awet.

    Perbandingan campuran bahan bakar

    Untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar mempunyai perbandingan yang tepat kita bisa melihat kondisi motor di bagian ruang bakar dan performa saat dinyalakan. Campuran yang terlalu kurus/miskin, bisa ditandai dengan kondisi sbb:
    * Electrode pada busi berwarna putih
    * Stasioner tidak stabil
    * Mesin terasa cepat panas
    * Mesin sulit distart
    * Ngelitik / detonasi

    Campuran yang terlalu gemuk/kaya bisa ditandai dengan kondisi sbb:
    * Electrode busi berwarna hitam dan basah
    * Knalpot berasap hitam
    * Bahan bakar sangat boros
    * Putaran mesin tidak stabil
    * Banyak deposit karbon di dalam ruang bakar
    * Mesin sulit distart

    Campuran yang tepat akan menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga busi berwarna coklat keabu-abuan dan kering, deposit karbon tidak banyak terbentuk, putaran mesin stabil dan mesin mudah distart.

    Untuk mendapatkan perbandingan yang tepat, karburator disetting agar aliran udara yang masuk sesuai dengan bahan bakar yang dikabutkan. Namun mesin memerlukan kondisi campuran yang berbeda bergantung pada kondisi kerja.